Showing posts with label Touring. Show all posts
Showing posts with label Touring. Show all posts

Halal Journey 2 Bali - Lombok Part. 1



Hari Pertama :  Sabtu, 14 April 2018
Sugeng dalu dulur, pie kabare  ?? jek penak jamanku to !!. Kagak nyambung ya hehehhehehehe.  Ok kembali ke blog aja deh. Oh ya, sudah lama  buanget aku gak nge-blog, tangan iki rasanya  guaatel banget. Ya mohon dimaklumi karena aku baru saja melangsungkan pernikahan sehingga beberapa bulan terakhir ini fokus kesana. Kali ini aku akan menulis tentang perjalanan kami saat berpelesir ke Pulau Bali & Lombok.

Kenapa kok Bali & Lombok ??  sebab kedua Pulau tersebut menyimpan pesona pariwisata tersendiri baik itu : adat istiadat, heritage, kuliner, keindahan alam serta kearifan lokat masyarakatnya. Itulah yang menjadi alasan kenapa kami memutuskan honeymoon kesini. Ada banyak wisata yang bisa kita nikmati disini seperti : bawah laut, pantai, gunung, air terjun, danau dll.  Tak terhitung sudah berapa kali aku ke Bali & Lombok tetapi masih saja pengen banget kesini lagi, lagi dan lagi.

Dua minggu menjelang keberangkatan kami menyusun Itinerary terutama masalah transportasi, dan penginapan.  Kalo di Bali sih cukup mudah untuk mendapatkan penginapan dan akses transportasi tapi yang susah itu saat di Lombok nanti terutama akses dari Lembar ke Mataram apalagi pada dini hari dan malam. Dan akhirnya ada 3 plan yaitu : Plan A, plan B & plan C.

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 8 (Terakhir) : Pulang Via Piket Nol Lumajang

Gladak Perak di kawasan Piket Nol Pronojiwo - Lumajang

Sabtu, 02 Januari 2016
Tidak terasa sudah  hampir sepekan lebih aku meninggalkan kampung halamanku. Hari ini saatnya kembali pulang untuk mempersiapkan diri akan sebuah rutinitas. Setelah packing dan bersiap-siap tepat pada pukul 09.00 WIB aku segera berpamitan kepada bro Lifo untuk kembali menuju ke Pandaan. Dari rumah bro Lifo aku menuju ke Jajag dan langsung joss via Selatan.

Jalur selatan memang cukup menguras adrenalin karena kita akan melewati beberapa kelokan tajam di Alas Gumitir dan yang bikin penasaran banget adalah melewati jalur Lumajang -  Malang via Piket nol. Konon jalurnya tak kalah kereng dengan jalur Gumitir. Bahkan  beberapa bikers banyak yang bilang kalo jalurnya jauh lebih mantap.

Jajag - Alas Gumitir aku tempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam saja. Kalo anda belum melewati jalur Alas Gumitir pasti kaget melihat orang (penduduk lokal) yang berdiri ditiap-tiap tikungan tajam sebagai pembantu mengarahkan jalan terutama ketika pada malam hari. Jalur Gumitir memang rawan sekali terjadi kecelakaan karena kontur jalan cukup sempit, gelap dan memiliki beberapa tikungan tajam.

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 7 : It's Called G-Land Aka Plengkung Beach

Santai seperti dipantai : Pantai Plengkung

Jumat, 01 Januari 2016
kami dari "Keluyuran Bertiga" mengucapkan "Selamat Tahun Baru 2016" bray. Semoga ditahun ini lebih baik dari tahun lalu. Ok..kembali ke laptop. Sudah lebih setahun aku tidak bertemu dengan bro Arief "Lifo" setelah dia memutuskan menetap di Bangorejo - BWI. Lokasi rumahnya lumayan cukup stategis karena berada di akses utama menuju ke Pantai Pulo Merah. Kalo dari sini hanya berjarak sekitar 10 km saja. Tapi sayang meskipun sudah diaspal tapi kondisi jalannya masih terbilang cukup sempit.

Setelah sholat jumat bro Arief  lalu mengajakku malali ke salah satu daya tarik Pantai di Banyuwangi yang terkenal dengan ombaknya yaitu G-Land alias pantai Plengkung. Wokay bro....berangkaaaat. Dari sini (Bangorejo) kami harus menuju ke Tegaldlimo terlebih dahulu, baru setelah itu masuk kedalam kawasan Alas Purwo yang konon sangat mistik banget.

Petunjuk jalannya cukup lengkap kok bray sehingga kita tidak perlu menggunakan GPS. Kalo bingung tinggal tanya saja kepada penduduk setempat hehehehehe. Tapi untuk menuju ke G-Land kita harus menaklukan kondisi jalan makadam yang bisa dibilang cukup mantap. Jalan aspal tapi lapisan aspalnya banyak yang telah mengelupas sehingga hanya menyisakan susunan bebatuan yang cukup tajam. Tapi untung saja kondisi cuaca lagi cerah ? coba kalo hujan pasti akan lebih susah lagi untuk melewatinya. 

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 6 : Mampir Sebentar Ke Banyuwangi

Goes 2 Java

Rabu, 30 Desember 2015
Kami perlahan-lahan meninggalkan Ubud ketika waktu telah menunjukkan pukul WITA. Sebenarnya agak berat juga sih meninggalkan Ubud tapi mau gimana lagi karena ada djadwal yang harus dikejar di Banyuwangi nanti. Dari Ubud kami lalu melipir ke arah Denpasar via Sukawati. Mampir sebentar ke Krisna 24 Jam Tuban karena ada barang titipan yang kelupaan kebeli.

Setelah barang sudah masuk dalam box kami melipir kedaerah Canggu, Kuta Utara - Badung untuk mampir ke tempat saudara bro Agung "Robot". Setelah sempat muter-muter karena tak tahu arah akhirnya ketemu juga dengan lokasinya yaitu "Warung Bu Mi". Kesan pertama ketika sampai disini terkesan lumayan cukup mewah. 

Warung "Bu Mi" menyajikan aneka makanan khas Jawa Timur seperti nasi campur, nasi pecel, aneka sambal dan lalapan, nasi kuning dll. Meskipun ada embel-embel warung tapi kesan pertama yang terlintas ketika datang kesini adalah suasananya lebih menyerupai restoran. Jadi jangan berharap ada akan menjumpai para pengunjung yang berasal dari lokal Bali dan Indonesia karena yang datang bule semua bray.

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 5 : Episode Bukit Campuhan Ubud

Bukit Campuhan : #biardibilangkekinian

Rabu, 30 Desember 2015
Tidak terasa ternyata sudah hampir 4 hari kami berada dipulau Dewata. Hari ini adalah hari terakhir aku dan bro Agung "Robot" disini. Pagi ini kami berencana akan bersilahturahmi ke rumah rekan kerja kami yaitu bli Dewa Putu didaerah Klungkung. Setelah berpamitan kepada bude-nya bli Wayan kami bertiga langsung gas menuju ke sana.

Dari Sesetan kami langsung menuju ke arah Bypass Ida Bagus Mantra. Jalur tersebut adalah jalan tercepat menuju ke Banjarangkan - Klungkung dibandingkan kalo kita lewat Sukawati. Kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga disana. Rupanya si empunya rumah sudah menunggu kami dari pagi tadi. Sorry bli De agak molor dari jadwal hehehhehehe.

Cukup lama juga kami berada disini sampek bro Agung dan bli Wayan sempet tertidur karena rasa ngantuk dan capek yang melanda. Maklum tadi malam kami baru sampai kost'an sekitar pukul 01.00 dini hari dan baru tidur sekitar 1 jam kemudian. Rumah bli Dewa Putu sangat strategis karena berada ditepi jalan Jabalok pas didekat perbatasan Kab. Gianyar - Kab. Klungkung. 

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 4 : Akhirnya, Pantai Nyang-Nyang Bray . . . . . .

Pantai Nyang-Nyang : Bli Wayan

Selasa, 29 Desember 2015
Selamat pagi indonesia, selamat pagi pulau dewata...........
Destinasi pagi ini adalah halan-halan ke sebuah pantai yang tahun kemaren kami (aku, bro Didik & bro Manowar) tidak berhasil menginjakkan kaki ke pasir putihnya yang lembut karena terkendala oleh faktor waktu dan fisik yang terkuras. Setalah mandi dan sarapan pagi kami langsung menuju kedaerah  Bali selatan tepatnya didaerah Uluwatu dan Pecatu.

Untuk mempercepat jarak kami memutuskan lewat Tol Bali Mandara. Kondisi lalu lintas Tol Bali Mandara cukup lenggang sehingga kami bisa menikmati perjalanan sambil sesekali mengeluarkan kamera saku. Melewati Tol Bali Mandara merupakan pengalaman pertama bro Agung "Robot". Kalo lalu lintas tidak padat sebenarnya mending via jalan biasa saja apalagi tarif yang dikenakan sedikit memberatkan terutama buat kalangan pekerja biasa.

Satu jam kemudian kami sampai di GWK dan seperti biasanya kami tidak masuk kedalam melainkan hanya foto-foto saja disekitaran taman hehhehehehehe. GWK sendiri masih belum sempurna, mungkin 80 persen saja. Dari GWK kami langsung menuju ke arah Pantai Uluwatu. Kira-kira 1,5 km sebelum pintu gerbang pantai kami berhenti dan bertanya kepada penduduk setempat akses masuk ke pantai Nyang-Nyang.

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 2 : Ekplorasi Keindahan Air Terjun Sekumpul & Lemukih

Air Terjun "Sekumpul"

Saking ngantuknya, tadi malam aku, bro Agung "Robot" dan bli Pasek sampai tertidur pulas diteras rumah. Untung saja saat itu cuacalagi cerah dan hanya ada sedikit gangguan dari nyamuk serta anjing kecil bli Pasek yang selalu wara-wari gak jelas hehehehehhe. Perjalanan kemaren memang cukup lama jika dibandingkan sebelumnya. Kalo biasanya Pandaan - Singaraja ditempuh dengan estimasi waktu sekitar 8-9 jam, untuk perjalaan kali ini memakan waktu sampai 11 jam.

Agenda pagi ini adalah mengekplorasi keindahan air terjun "Sekumpul" & "Lemukih". Kabupaten Buleleng memang surganya air terjun dikarenakan kontur wilayahnya didominasi oleh wilayah pegunungan. Selain air terjun Sekumpul ada juga air terjun kembar Git Git, air terjun Aling - Aling, air terjun Banyumala, air terjun Beng-Bengan, air terjun Les, air terjun Melanting dll. 

Setelah mandi saatnya makan pagi bray. Kali ini menunya cukup menggugah selera yaitu Plecing Kangkung dan secangkir kopi bali "Banyuatis"....mantap pol pokok'e. Sebenarnya pagi ini kami janjian untuk ketemu dengan salah satu rekan kerja KAMI yaitu bli Dewa Putu beserta keluarganya yang juga mudik ke Bali. Mereka berangkat kemaren malam dari Mojosari dan pagi ini seharusnya sudah sampai di rumah bli Pasek.

Nge-gas Tipis Ke Bali 2015 Part. 1 : Duo KAMI Goes 2 Bali

Gapura selamat datang di Bali
Sabtu, 26 Desember 2015
Tak terasa ya bentar lagi ketemu dengan penghujung tahun 2015. Dan seperti biasanya pada tiap akhir tahun Kami berencana touring bersama si merah maroon. Untuk tujuan touring kali ini tetap mengarah ke bagian timur Indonesia. Kalo kapan hari aku nge-gas sampai ke Lombok tapi untuk perjalanan kali ini hanya jalan-jalan ke seputaran Pulau Bali saja deh. Pengen banget sih mengekplorasi keindahan Pulau Dewata yang sesungguhnya dan sejujurnya.

Aku berangkat dengan bro Agung "Robot" yang telah memperoleh Surat Ijin Touring dari sang istri hehehehhehe. Kami memutuskan berangkat dengan membawa motor masing-masing karena dirasa lebih aman serta nyaman daripada kalo kita harus berboncengan. Bro Agung Robot sendiri menunggangi Beat matik kesayangannya.

Tanggal keberangkatan akhirnyta kami sepakati yaitu pada tanggal : 26 Desember 2015 sekitar pukul 05.00 WIB. Meeting point kami adalah alun-alun Bangil. Molor sekitar 30 menit dari jadwal kami (kali ini berdua) akhirnya nge-gas berdua menuju ke Bali. Jalur yang kami pilih adalah jalur utara Jawa karena dirasa cukup cepat dan nyaman. Meskipun long weekend tapi kondisi lalu lintas lumayan cukup lancar pagi ini.

Goes To The First Ridetography Gathering @Tawangmangu Part.1 : Bertiga Satu Tujuan



Ridetography Indonesia adalah sebuah komunitas penggemar dokumentasi perjalanan yang dilakukan terutama dengan menggunakan kendaraan sejenis R2 (sepeda motor). Tujuannya adalah untuk berperan aktif dalam mendokumentasikan kondisi alam, budaya dan tradisi Indonesia dalam bentuk foto, video serta kisah perjalanan atau blog dengan jargonnya "Ride, Click and Share".

Dan baru-baru ini The First Gathering Ridefotography baru saja diadakan didaerah Tawangmanggu - Karanganyar Prop. Jawa Tengah atau tepatnya di Camping Tawangmangu & Resort. Tentu saja kesempatan ini tidak kami sia-siakan begitu saja. Kami bertiga (aku, bro Didik & bro Manowar) kemudian segera melipir kesana. Acara sendiri dihelat selama 2 hari mulai dari Tgl. 5-6 Maret 2016 dengan tajuk "Travel Documentation Workshop".

Aku dan bro Didik berangkat pada hari sabtu (5 Maret 2016, Pukul 13.00 WIB) sepulang dari kerja sedangkan bro Manowar udah berangkat dari tadi pagi dari Pandaan sekitar pukul 09.30 WIB dan menunggu kami di Nganjuk. Untuk menghemat waktu kami kemudian lewat jalur Ngoro - Mojokerto - Sumobito dan nantinya akan keluar pas di Flyover Mojoagung - Jombang.

Goes To Nusantaride One Day Rally 2016 @Kulon Progo Part. 2 : Persami Ala Nusantaride

Selamat  Datang di Dewi Tinalah

Alarm hape berbunyi tepat pada pukul 05.00 WIB, sekarang saatnya untuk menunaikan sholat subuh doeloe. Selesai subuhan kucoba untuk kembali memejamkan mata ini, maklumlah tadi malam aku baru bisa tidur pada sekitar pukul 02.00 dini hari. Lumayanlah, tidur sekitar 1,5 jam lagi sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Kulon Progo - Jogja.

Tepat pada pukul 06.38 WIB kami lalu bergegas menuju ke Jogja terlebih dahulu. Tak butuh waktu lama untuk sampai disana. Di Jogja kami lalu melipir dulu kesekitaran Malioboro untuk mencari sarapan. Dan pilihan akhirnya jatuh ke sebuah warung sederhana yang berada pas didekat pintu masuk Pasar Beringharjo. Menu andalannya adalah nasi pecel dan tentu saja nasi gudeg.

Kami masing-masing lalu memesan satu porsi nasi pecel. Untuk lauknya ada bermacam-macam seperti dadar jagung, sate telur puyuh, sate jeroan, sate udang dll. Rasanya lumayan cukup enak tapi sayangnya harganya masih tergolong cukup mahal untuk ukuran nasi pecel hehehehhehe. Satu porsi dihargai antara 10-15 ribu. Itu belum termasuk kalo kita tambah lauk-pauknya lho.

Goes To Nusantaride One Day Rally 2016 @Kulon Progo Part. 1 : Ladubkan Alias Budalkan . . . . .



Menghadiri event ini merupakan keikutsertaan aku dan bro Manowar untuk yang kedua kalinya. Yang pertama aku tentu saja datang ke Nusantaride One Day Rally Di Pantai Sine Tulungagung sekitar akhir Maret pada tahun lalu. Tapi saat itu kami datangnya mepet banget karena kebetulan lokasinya deket dengan rumah (Pandaan) yaitu sekitar 3-4 jam perjalanan.

Sedangkat untuk event NR1 Kulon Progo ini lumayan cukup jauh jaraknya yaitu sekitar 8-9 perjalanan atau hampir sama dengan jarak Mojosari - BWI (Banyuwangi). Acara sendiri dilaksanakan selama 2 hari : dari Tgl. 23-24 Januari 2016. Untuk menjaga agar kondisi badan tidak kecapaian maka kami memutuskan untuk berangkat pada Jumat sore saja sekitar pukul 15.30 WIB.

Hari sabtunya terpaksa aku harus ambil cuti dan pada hari Jumatnya minta ijin kerja hanya setengah hari saja karena untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Aku dan bro Manowar lalu janjian ketemu di Patung Sapi Pandaan. Setelah personil lengkap, kami langsung berangkaaat menuju tujuan. Saat itu kondisi langit lumayan mendung. Semoga saja malam ini tidak turun hujan..bissmillah.

KAMI Touring Ke Pantai Di Kawasan Sumber Celeng Malang Part. 3 (Terakhir) : Nge-gas Pulang

Pemandangan alam Jalur Pagak - Kepanjen

Sembari menunggu motor bro Agung "Robot" ditambal kami lalu leyeh-leyeh disebuah warung pas disebelah tempat tambal ban. Senang sekali bercengkerama dengan mereka dan merasakan kearifan lokal masyarakatnya. Dari mereka kami akhirnya bisa tahu banyak tentang sejarah pantai-pantai dikawasan Sumber Celeng ini. Sebelum pulang kami ditawari untuk menikmati buah degan secara gratis tapi syaratnya kami disuruh ambil sendiri sebab yang biasa memanjat pohon kelapa sedang keluar.

Tapi niat tersebut kami urungkan karena diantara kami tidak ada yang mempunyai kemampuan memanjat pohon kelapa hehhehehe. Selesai menambal ban kami lalu bergegas pulang dengan melewati jalan yang kami lewati malam hari sebelumnya yaitu dengan menyusuri kawasan hutan jati. Jalur ini adalah jalur alternatif khusus buat R2. Ternyata suasana riding melewati hutan jati pada siang hari begitu menyenangkan ya ?? dibandingkan dengan malam hari.

KAMI Touring Ke Pantai Di Kawasan Sumber Celeng Malang Part 2 : Santai Seperti Di Pantai

Pantai Weden Ombo

Saat terbangun mata ini sebenarnya masih terasa berat tapi entah kenapa ketika mendengar suara deburan ombak bawa'annya tuh pengen segera bangun dan keluar dari tenda. Saat keluar ternyata aku bangunnya kesiangan hehehehehe. Kawan - kawan sudah pada berpencar untuk mencari spot yang bagus bahkan ada yang sudah nyemplung ke laut.

Tapi sayang sekali pagi ini laut sedang surut sehingga kami tidak bisa berenang dengan bebas karena banyaknya batu-batu karang yang lumayan cukup tajam. Sekilas pantai Kedung Celeng mirip dengan Pasir Putih Prigi Trenggalek karena meskipun memiliki pasir yang cukup lembut tetapi pada dasar pantainya terdapat banyak sekali batu karang. 

Puas menikmati keindahan pantai Kedung Celeng, kami (aku, bro Didik, bro Djainul & bro Darto) lalu melipir kesisi barat pantai dengan melewati sebuah jalan setapak yang cukup asri karena masuk ke dalam rimbunnya pepohonan hutan. Setelah sekitar 15 menit berjalan kami akhirnya sampai disebuah pantai yang bernama pantai Weden Ombo.

KAMI Touring Ke Pantai Di Kawasan Sumber Celeng Malang Part 1 : Berangkaaaat Gaesss . . . .

@Perbatasan Kab. Pasuruan - Kab. Malang

Setelah absen sekitar 1 tahun'an akhirnya bro Agung "Robot" ikut touring bersama KAMI lagi hehehehehe. Dan tujuan kali ini adalah Pantai Kedung Celeng yang berada di Donomulyo - Malang Selatan. Peserta touring : cak Pri + Istri, bro Agung "Robot" sekeluarga, bro Didik, bro Darto + soulmatenya yaitu bro Djainul, bro Farid + istri serta bro Pras + pacarnya. Kami semua kebetulan adalah rekan satu kerja sebuah perusahaan swasta di NIP kecuali bro Pras yang telah resign.

Kami semua berangkat dari Ngoro kecuali aku dan bro Didik yang harus berangkat dari Pandaan (pukul 17.20 WIB) dan langsung menuju ke Malang duluan untuk menyewa tenda. Sedangkan kawan-kawan lainnya janjian di Indomart Taman Dayu Pandaan tepat pada pukul 18.00 WIB. Tapi beberapa menit sebelum keberangkatan, cak Pri dan istrinya mengabarkan kalo tidak bisa ikut serta karena ada sanak saudaranya yang meninggal dunia.

Kami turut berduka cita bray. Akhirnya kami bersebelas memutuskan tetap berangkat. Aku dan bro Didik sampai di Malang tepat pada pukul 18.30 WIB dan langsung menuju ke Ciliwung Camp untuk menyewa tenda. Sedangkan kawan-kawan lainnya molor sekitar 1 jam dan baru berangkat menuju ke Malang tepat pada pukul 20.00 WIB. Wah kalo itu sih molor 2 jam bray hehehhehehe.

My Traveling, My Touring, My Song



Music Is My Soul !!. Tanpa musik jiwa ini selalu sepi dan oleh sebab itu hampir setiap kali berpergian baik itu touring atau traveling aku selalu membawa sebuah pemutar musik. Dulu aku selalu mendengarkan musik dengan menggunakan hape atau smartphone gitu tapi yang jadi kendala adalah tentu saja baterei HP menjadi cepat habis hehehehhehe. 

Dan jika baterei HP tiba-tiba habis ditengah perjalanan tentu saja "Siaga 1" bray karena kita akan plonga-plongo hehhehehe. Tapi problem akhirnya SOLVED !! setelah aku beli Ipod Shufle yang batereinya bisa tahan sampai dengan 2 hari. Bentuknya kecil dan simple sehingga bisa ditaruh dimana saja dan bahkan bisa diklip on ke baju atau jaket. 

Tapi ingat ?? jika sedang riding ada baiknya kita tidak mendengarkan musik karena bisa mengganggu konsentrasi bray apalagi jika volumenya terlalu keras. Selain itu terlalu lama memakai headset juga tidak baik bagi kesehatan apalagi kita memakai headset sambil menggunakan helm. Kalo pengen yang nyaman dan sedikit tidak beribet pake saja yang bluetoth seperti : V1098 Bluetooth Intercom. Dan berikut ini daftar MP3 yang wajib ada didalam list Ipod  :

15 Tempat Wisata Di Kab. Pasuruan Yang Wajib Di Kunjungi

Seperti negeri di atas awan

Pasuruan adalah tempat lahir beta yang termasuk ke dalam wilayah Propinsi Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis karena berada diantara jalur Surabaya - Malang serta jalur Surabaya - Banyuwangi. Kabupaten Pasuruan mempunyai luas wilayah sekitar 1474 Km2 yang terdiri dari 24 Kecamatan, 24 Kelurahan, 341 Desa serta 1694 Perdukuhan. Kabupaten Pasuruan memiliki salah satu sentra industri yang cukup berpengaruh di Jawa Timur dengan nama PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang).

Keadaan Geografi wilayah di Kabupaten Pasuruan didominasi oleh pegunungan dan dataran rendah serta memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1500-2500mm. Karena kondisi tersebut sehingga tempat wisata di wilayah Kabupaten Pasuruan kebanyakan terletak didataran tinggi. Dan berikut ini tempat wisata yang wajib anda kunjungi ketika jalan-jalan ke Kabupaten Pasuruan :


1. Taman Safari 2 Prigen
Taman Safari 2 berada dilereng Gunung Arjuno atau tepatnya di Desa Jatiarjo, Kec. Prigen, Kab. Pasuruan dengan luas area sekitar 350 ha. TSI 2 merupakan salah satu Taman Safari yang terluas di Asia. Untuk menuju ke TSI 2 anda harus menuju ke arah Pandaan dulu lalu lanjut menuju ke Sukorejo. Di Sukorejo ada akan ketemu dengan sebuah gapura besar yang berbentuk Gading Gajah. Selanjutnya anda tinggal ikuti petunjuk arahnya saja dengan sekitar 15 Km. Koordinat lokasi : 7.759140, 112.667037.

Tips Bikepacker'an Murah Meriah Ke Jogja

@Tugu Jogja

Hampir semua orang pasti sudah pernah ke berkunjung Jogja terutama buat yang berdomisili di Pulau Jawa dan Bali. Jogjakarta memang menawarkan pesona budaya yang khas serta kearifan lokal masyarakatnya. Lokasi Kota Jogja yang sangat strategis karena berada ditengah-tengah pulau Jawa menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi favorit para bikers. 

Ada banyak beragam objek wisata yang bisa kita kunjungi selama di Jogja seperti : wisata pegunungan, wisata keraton, wisata pantai, wisata candi, wisata religi, wisata sejarah dan tentu saja wisata kulinernya. Jogja memang sangat bersahabat buat dijadikan tempat destinasi terutama buat backpacker, touring atau bahkan keduanya (bikepacker). Dan berikut ini beberapa tips melakukan perjalanan ke Jogja dengan menggunakan R2 alias Touring : 

Tips Bikepacker'an Murah Meriah Ke Lombok

Tugu Giri Menang Town Square : Landmark Lombok Barat

Sebelumnya saya pernah menulis tentang Tips Bikepacker'an ke Bali berdasarkan pengalaman kami ketika beberapa kali mengunjungi pulau nan eksotik ini baik solo touring atau bersama kawan-kawan lainnya. Dan berikut ini giliran menulis tentang tips dan trik melakukan bikepacker ke tetangga Pulau Bali yaitu Pulau 1000 Masjid alias Lombok.

Selain Bali Lombok merupakan salah satu pulau favorit para traveler, backpacker maupun bickpacker ketika mereka berkunjung ke wilayah Timur Indonesia. Untuk urusan tetek bengek Lombok memang tidak serumit ketika kita berkunjung ke Bali tapi bagaimanapun juga kita harus mengetahui beberapa hal supaya bisa merasakan kearifan lokal masyarakatnya. Dan berikut ini beberapa tipsnya :


1. Pastikan Surat & Kelengkapan Kendaraan Anda Lengkap
Sebenarnya untuk masuk ke Pulau Lombok memang tidak seketat ketika kita akan menuju ke Pulau Bali. Tapi berhubung sebelum masuk ke Lombok kita harus memasuki Pulau Bali terlebih dahulu maka kita harus memastikan membawa surat-surat kendaraan yang lengkap seperti : SIM, Pajak Kendaraan dan STNK serta yang masih berlaku.

Journey KAMI To Pangi Beach Part. 4 (Tamat) : Mencoba Jalur Wlingi - NgantangTrus Pulang Via Pacet

@Tanjakan sendi - Pacet

Hampir sekitar 1,5 jam kami  berada dirumah istri bro Sucipto dan tepat pada pukul 13.15 WIB kami kemudian segera berpamitan kepada bro Sucipto untuk segera balik pulang ke Pandaan & Mojosari. Atas sarannya kami kemudian mencoba melewati jalur alternatif Wlingi - Ngantang - Batu. Menurutnya jalur itu jauh lebih cepat daripada kalo harus lewat Malang terlebih dahulu.

Dari Talun (rumah istri bro Cipto) kami kemudian menuju ke Wlingi dulu dan mencari petunjuk arah ke Batu. Setelah ketemu kami tinggal mengikuti jalan utama saja. Disepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan alam yang indah bingit. Tampak sebuah sungai besar dengan air yang cukup jernih berada disisi kanan jalan. Coba kalo saja debit airnya banyak pasti cocok tuh buat arum jeram.

Journey KAMI To Pangi Beach Part. 3 : Menyambangi Gua Umbultuk Di Blitar Selatan



Setelah puas menikmati keindahan Pantai Pangi kami lalu segera bersiap-siap untuk menuju ke destinasi lainnya yaitu Gua Umbultuk. Tepat pada pukul 08.00 WIB kami lalu bergegas menuju kesana. Kalo dari Pangi, Gua Umbultuk hanya berjarak sekitar 10 km.

Kami harus menuju kembali ke Desa Tumpak Kepuh dulu dan begitu sampai disana lalu mencari arah yang menuju ke arah gua. Gua Umbultuk ini ternyata memiliki sejarah kelam Indonesia dalam penumpasan G30SPKI. Operasi penumpasan ini dinamakan Operasi Trisula.

Konon gua yang yang memiliki panjang sekitar 2 meter ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian anggota PKI selama masa pelarian. Lokasinya memang jauh dan tersembunyi dari perkampungan penduduk. Menurut salah satu guide gua ini bisa menampung sekitar 200 orang.